Selasa, 27 Oktober 2015
CONTOH TUGAS TEKS PROSEDUR
Contoh tugas KD 4.1 Memproduksi teks prosedur kompleks yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan
dibuat baik secara lisan maupun tulisan dalam bentuk brosur klik di sini
Rabu, 30 September 2015
LATIHAN SOAL PERSIAPAN UTS SEMESTER GASAL 2015-2016 KELAS X
Bagi siswa kelas X yang menggunakan Kurikulum 2013, silahkan download latihan soal dan materi UTS dengan klik di sini
Berikut pembahasannya klik di sini
Berikut pembahasannya klik di sini
MATERI TEKS PROSEDUR KOMPLEKS
TEKS
PROSEDUR KOMPLEKS
A. Pengertian Teks Prosedur Kompleks
Teks prosedur
adalah jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai
tujuan yang diinginkan. Kompleks disini karena langkah-langkahnya rumit.
B. Kaidah Teks Prosedur Kompleks
1.
Mengandung urutan aktivitas (harus urut)
2.
Langkah-langkahnya tidak dapat dibalik-balik (jika dapat
dibalik-balik disebut protokol)
C. Struktur Teks Prosedur Kompleks
1.
Tujuan :
hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul)
2.
Material :
informasi tentang alat atau bahan yang dibutuhkan (bisa ada atau
tidak ada dalam teks prosedur kompleks)
3.
Langkah-langkah :
cara yang dilakukan untuk mencapai tujuan
D. Ciri Kebahasaan Teks Prosedur Kompleks
1. Kalimat imperatif
Berdasarkan
fungsinya kalimat dibedakan menjadi 3, yaitu :
a.
Kalimat imperatif : kalimat yang berfungsi untuk meminta
atau melarang seseorang untuk melakukan sesuatu. Ciri kalimat imperatif adalah
mengandung verba (kata kerja) imperatif, contohnya lakukan, isikan, tulislah,
catatlah, dan sebagainya.
Contoh :
Isilah formulir yang telah disediakan guru!
b.
Kalimat deklaratif : kalimat yang berisi pernyataan
(berfungsi memberikan informasi atau berita tentang sesuatu).
Contoh :
Siswa mengisi formulir yang telah disediakan guru.
c. Kalimat interogatif : kalimat yang berisi pertanyaan
(berfungsi meminta informasi tentang sesuatu).
Contoh :
Siapa yang mengisi formulir yang telah disediakan guru ?
2. Partisipan manusia
Partisipan
(pelaku) adalah manusia secara umum dapat berupa nomina (Ayah, polisi,
pengendara) dan pronomina persona (saya, kami, anda, mereka).
Contoh :
Saya mengendarai motor.
Partisipan
(pelaku) : saya
3. Konjungsi temporal
Konjungsi
temporal adalah kata penghubung yang menyatakan hubungan waktu. Contoh :
pertama, kedua, ketiga, ... , setelah, lalu, kemudian.
Contoh : Setelah syarat-syarat pendaftaran sudah lengkap, segera serahkan ke petugas.
4. Verba material
Verba
material adalah verba yang melakukan tindakan fisik atau peristiwa, misalnya :
membaca, menulis, memukul, menggambar, menyapu. Pelaku tindakan (partisipan)
disebut dengan aktor dan partisipan yang dituju disebut sasaran.
Contoh :
Ayah menulis surat.
|
Ayah
|
menulis
|
surat
|
|
Aktor :
nomina
|
Proses material : verba material
|
Sasaran : nomina
|
5. Verba perilaku (behavioral)
Verba perilaku
adalah verba yang verba yang menunjukkan perilaku baik fisik maupun psikologis.
Partisipan pemerilaku disebut behaver dan partisipan sasaran (tidak harus ada)
disebut fenomena.
Contoh :
Ayah mencintai kami.
|
Ayah
|
mencintai
|
kami
|
|
Behaver : nomina
|
Proses perilaku: verba perilaku
|
fenomena: nomina
|
Rabu, 19 Agustus 2015
PENGGOLONGAN KATA
VERBA
Menurut Kridalaksana (1986), verba dijelaskan sebagai kata yang
dalam frase mempunyai kemungkinan didampingi
kata tidak dan tidak dapat didampingi kata di, ke, dari, sangat, lebih, atau agak. Pengertian lain dari verba adalah kata yang menyatakan
perbuatan atau tindakan.
1. Jenis Verba
Berdasarkan bentuknya, verba dibedakan menjadi dua macam,
yaitu verba dasar dan verba turunan.
a.
Verba dasar : verba yang berupa kata dasar (mandi, makan, pergi, minum)
b. Verba turunan : verba yang mengalami afiksasi, reduplikasi, gabungan
proses dan paduan leksem (komposisi).
1)
Afiksasi : penambahan
imbuhan (menulis, membaca, dicuci,
terjatuh)
2)
Reduplikasi : pengulangan
(makan-makan, baca-baca, jalan-jalan)
3)
Gabungan proses
: konjugasi (bermain-main, berjalan-jalan,
menari-nari)
4)
Komposisi :
pemajemukan (tekuk lutut, unjuk rasa)
Berdasarkan hubungan verba dengan nomina, verba dibedakan menjadi dua macam,
yaitu verba aktif
dan verba pasif.
a.
Verba aktif : verba yang subjeknya berperan sebagai
pelaku atau penanggap. Umumnya verba aktif berprefiks meN-, ber-,
atau tanpa prefiks.
Contoh :
Kiki membaca buku.
Dona berjualan kue.
Adik mandi di
sungai.
b.
Verba pasif : verba yang subjeknya berperan sebagai penderita,
sasaran, atau hasil. Verba pasif umumnya ditandai dengan prefiks di- atau ter-.
Contoh :
Mama dibelikan mobil oleh Ayah.
Rima terjatuh di kamar mandi.
2. Ciri-ciri Verba
a.
Terbentuk
dari imbuhan me-, di-, ber-, ter-,
me-kan, di-kan, ber-an, memper-kan, diper-kan, dan memper-i.
Contoh : ber- +
jalan = berjalan
b. Kata
tersebut dapat didahului kata golongan T
(kata tambah) telah,
sedang, akan, hampir, dan segera.
Contoh : sedang mandi, akan tidur, telah pergi,
hampir menangis
c.
Kata tersebut dapat diperluas dengan
cara menambahkan dengan + kata sifat.
Contoh : tersenyum
dengan sinis, belajar dengan rajin
Langganan:
Postingan (Atom)