Selasa, 12 Agustus 2014

STRUKTUR TEKS ANEKDOT

Untuk mempermudah memahami struktur teks anekdot, cermati pembahasan soal berikut!


Bacalah teks anekdot berikut dengan saksama!

Cuma Takut Tiga Roda

1            Suatu hari, Presiden RI sedang mengadakan pembicaraan serius. Pembicaraan bertopik isu terhangat dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara.
2            Diketahui, pembicaraan itu mengenai wabah demam berdarah yang kala itu melanda kota Jakarta. Presiden pun pun sibuk memperbincangkan penyakit mematikan tersebut.
3            “Menurut Anda, mengapa demam berdarah saat ini semakin marak di Jakarta Pak?” tanya seorang menterinya.
4            “Ya karena Gubernur DKI Jakarta melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj dilarang beredar di Kota Jakarta ini. Padahal kan nyamuk sini cuma takut sama tiga roda…!”  Gelak tawa menteri pun meledak. 
5            Setelah puas tertawa, presiden dan menteri melanjutkan pembicaraan dengan topik yang lain.
Identifikasikanlah struktur teks anekdot di atas!
Jawab :
Abstraksi

Presiden RI sedang mengadakan pembicaraan serius. (P1)
v  Pengantar cerita
Orientasi
Pembicaraan bertopik isu terhangat dilakukan selesai menghadiri sebuah rapat di Istana Negara. (P2)  
v  Kejadian awal
Krisis
Penyebab wabah demam berdarah karena gubernur melarang bemo, becak, dan sebentar lagi bajaj beredar di Kota Jakarta ini. Padahal nyamuk cuma takut sama tiga roda (P4)
v  Masalah unik/lucu
Reaksi
Gelak tawa menteri pun meledak.  (P4)
v  Tanggapan dari krisis
Koda
Pembicaraan dilanjutkan dengan topik yang lain. (P5)
v  penutup


Selasa, 03 Juni 2014

ULANGAN TEKS NEGOSIASI




Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan lengkap sesuai dengan petunjuk!
Teks berikut untuk soal nomor 1-5!
Negosiasi antara Penjual dan Pembeli di Pasar Beringharjo

Dialog ini berlangsung di kawasan Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Penjual kain batik adalah seorang gadis Jawa asli, sedangkan pembeli adalah seorang ibu muda dari Jerman yang bisa berbahasa Indonesia.
1.
Penjual
:
Good morning, Mam. Selamat pagi.
2.
Pembeli
:
Selamat pagi.
3.
Penjual
:
Silakan, mau beli apa?
4.
Pembeli
:
Ada kain batik motif sidomukti?
5.
Penjual
:
Ya, ada Mam. Di sebelah sana, mau berapa meter?
(Penjual menunjukkan tempat kain batik yang ditanyakan pembeli)
6.
Pembeli
:
Kalau untuk membuat baju untuk sepasang kira-kira butuh berapa meter?
7.
Penjual
:
Yang standard untuk membuat satu baju adalah dua setengah meter.
8.
Pembeli
:
Ya, tidak apa-apa.
(Kain batik itu sudah di tangan pembeli dan ia mengamatinya dengan cermat)
9.
Penjual
:
Bagus itu, Mam. Cocok sekali untuk Anda. Mau dipakai sendiri atau untuk souvenir Mam ?
10.
Pembeli
:
Saya pakai sendiri. Harganya berapa?
11.
Penjual
:
Seratus ribu per meter Mam.
12.
Pembeli
:
Wah, mahal. Tujuh puluh lima ribu ya?
13.
Penjual
:
Belum boleh. Sembilan puluh lima ribu Mam. Ini sudah murah, Mam. Di tempat lain lebih mahal.
14.
Pembeli
:
Tidak mau. Kalau boleh, delapan puluh lima ribu.
15.
Penjual
:
Belum boleh. Naik sedikit, Mam.
16.
Pembeli
:
Sembilan puluh ribu ya. Saya ambil lima meter.
17.
Penjual
:
Ya, sebenarnya ini belum boleh. Tapi, untuk Nyonya bolehlah sebagai penglaris. Kapan-kapan datang lagi Mam ?
18.
Pembeli
:
Baiklah. Ini uangnya.
(Penjual memasukkan kain batik itu ke dalam tas plastik yang bertuliskan nama kiosnya. Pembeli memberikan uang pas).
19.
Penjual
:
Ya, terima kasih.
20.
Pembeli
:
Terima kasih. Bye, bye.
(Pembeli pergi meninggalkan kios itu)

1.    Identifikasilah struktur  teks negosiasi di atas! (Skor 5)
Jawab :
a.    Pembukaan      : tuturan ke-
b.    Isi                     
1)    Penyampaian materi negosiasi       : tuturan ke-
2)    Tawar-menawar                              : tuturan ke-
3)    Penyelesaian masalah                    : tuturan ke-
c.    Penutup            : tuturan ke-

2.    Identifikasilah pasangan-pasangan tuturan tersebut! (Skor 10)
Jawab :
a.    Tuturan 1 dan 2            :
b.    Tuturan 3 dan 4            :
c.    Tuturan 5 dan 6            :
d.    Tuturan 7 dan 8            :
e.    Tuturan 9 dan 10          :
f.     Tuturan 11 dan 12        :
g.    Tuturan 13 dan 14        :
h.    Tuturan 15 dan 16        :
i.      Tuturan 17 dan 18        :
j.      Tuturan 19 dan 20        :

3.    Tuliskan ungkapan persuasif yang terdapat dalam teks negoisasi tersebut! (Skor 5)
Jawab :





4.    Ubahlah teks dialog tersebut menjadi monolog! (Skor 10)
Jawab :






5.    Buatlah teks negosiasi dari ilustrasi berikut! (Skor 20)
Negosiasi terjadi antara seorang pengusaha konveksi (Haji Muhidin) dan pihak perbankan. Gambarkan bahwa untuk mengembangkan usahanya, pengusaha itu mengajukan kredit kepada bank sebesar Rp300.000.000,00. Ia menemui kepala bagian kredit untuk bernegosiasi, tetapi pengajuan kreditnya hanya disetujui Rp250.000,000,00.

Jawab :
NA : Skor total x 2