Selasa, 03 Juni 2014

ULANGAN TEKS NEGOSIASI




Kerjakan soal-soal berikut dengan jelas dan lengkap sesuai dengan petunjuk!
Teks berikut untuk soal nomor 1-5!
Negosiasi antara Penjual dan Pembeli di Pasar Beringharjo

Dialog ini berlangsung di kawasan Pasar Beringharjo, Yogyakarta. Penjual kain batik adalah seorang gadis Jawa asli, sedangkan pembeli adalah seorang ibu muda dari Jerman yang bisa berbahasa Indonesia.
1.
Penjual
:
Good morning, Mam. Selamat pagi.
2.
Pembeli
:
Selamat pagi.
3.
Penjual
:
Silakan, mau beli apa?
4.
Pembeli
:
Ada kain batik motif sidomukti?
5.
Penjual
:
Ya, ada Mam. Di sebelah sana, mau berapa meter?
(Penjual menunjukkan tempat kain batik yang ditanyakan pembeli)
6.
Pembeli
:
Kalau untuk membuat baju untuk sepasang kira-kira butuh berapa meter?
7.
Penjual
:
Yang standard untuk membuat satu baju adalah dua setengah meter.
8.
Pembeli
:
Ya, tidak apa-apa.
(Kain batik itu sudah di tangan pembeli dan ia mengamatinya dengan cermat)
9.
Penjual
:
Bagus itu, Mam. Cocok sekali untuk Anda. Mau dipakai sendiri atau untuk souvenir Mam ?
10.
Pembeli
:
Saya pakai sendiri. Harganya berapa?
11.
Penjual
:
Seratus ribu per meter Mam.
12.
Pembeli
:
Wah, mahal. Tujuh puluh lima ribu ya?
13.
Penjual
:
Belum boleh. Sembilan puluh lima ribu Mam. Ini sudah murah, Mam. Di tempat lain lebih mahal.
14.
Pembeli
:
Tidak mau. Kalau boleh, delapan puluh lima ribu.
15.
Penjual
:
Belum boleh. Naik sedikit, Mam.
16.
Pembeli
:
Sembilan puluh ribu ya. Saya ambil lima meter.
17.
Penjual
:
Ya, sebenarnya ini belum boleh. Tapi, untuk Nyonya bolehlah sebagai penglaris. Kapan-kapan datang lagi Mam ?
18.
Pembeli
:
Baiklah. Ini uangnya.
(Penjual memasukkan kain batik itu ke dalam tas plastik yang bertuliskan nama kiosnya. Pembeli memberikan uang pas).
19.
Penjual
:
Ya, terima kasih.
20.
Pembeli
:
Terima kasih. Bye, bye.
(Pembeli pergi meninggalkan kios itu)

1.    Identifikasilah struktur  teks negosiasi di atas! (Skor 5)
Jawab :
a.    Pembukaan      : tuturan ke-
b.    Isi                     
1)    Penyampaian materi negosiasi       : tuturan ke-
2)    Tawar-menawar                              : tuturan ke-
3)    Penyelesaian masalah                    : tuturan ke-
c.    Penutup            : tuturan ke-

2.    Identifikasilah pasangan-pasangan tuturan tersebut! (Skor 10)
Jawab :
a.    Tuturan 1 dan 2            :
b.    Tuturan 3 dan 4            :
c.    Tuturan 5 dan 6            :
d.    Tuturan 7 dan 8            :
e.    Tuturan 9 dan 10          :
f.     Tuturan 11 dan 12        :
g.    Tuturan 13 dan 14        :
h.    Tuturan 15 dan 16        :
i.      Tuturan 17 dan 18        :
j.      Tuturan 19 dan 20        :

3.    Tuliskan ungkapan persuasif yang terdapat dalam teks negoisasi tersebut! (Skor 5)
Jawab :





4.    Ubahlah teks dialog tersebut menjadi monolog! (Skor 10)
Jawab :






5.    Buatlah teks negosiasi dari ilustrasi berikut! (Skor 20)
Negosiasi terjadi antara seorang pengusaha konveksi (Haji Muhidin) dan pihak perbankan. Gambarkan bahwa untuk mengembangkan usahanya, pengusaha itu mengajukan kredit kepada bank sebesar Rp300.000.000,00. Ia menemui kepala bagian kredit untuk bernegosiasi, tetapi pengajuan kreditnya hanya disetujui Rp250.000,000,00.

Jawab :
NA : Skor total x 2

Jumat, 29 November 2013

MATERI UAS



MATERI UAS SEMESTER GASAL : 1

A.   LAPORAN OBSERVASI
1.    Pengertian
Laporan yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan hasil observasi.

2.    Struktur Teks
a.    Pernyataan umum yang menerangkan objek laporan, keterangan dan klasifikasinya.
b.    Aspek/anggota yang dilaporkan (deskripsi)
Dapat ditentukan dengan mencari ide pokok tiap paragraf (Deduktif/awal paragraf atau induktif/akhir paragraf)

3.    Ciri Kebahasaan
    Menggunakan :
a.    Nomina (kata benda),  contoh : kayu, batu, binatang.
b.    Frasa nomina, contoh : harimau pemangsa (penjenis), hewan kurus (pendeskripsi)
c.    Verba (kata kerja), contoh : makan, memilih, mengelompokkan
d.    Frasa verbal, contoh : sudah makan, telah memilih, dapat dikelompokkan
e.    Konjungsi (kata penghubung), contoh : dan, atau, apabila, namun.
f.     Sinonim (padan kata), contoh : mengelompokkan = mengklasifikasikan.
g.    Antonim (lawan kata), contoh : persamaan x perbedaan.
h.    Kalimat simpleks (kalimat yang mempunyai1 struktur atau 1 verba),
contoh : Dia mengambil buku gambar.
i.      Kalimat kompleks (kalimat yang mem[punyai 2 struktur atau lebih)
contoh : Dia mengambil buku gambar dan menggambar bunga di buku itu.
j.      Istilah (kata yang digunakan dalam bidang tertentu) contoh : filter feeder (penyaring makanan), plankton, soliter.

4.    Konversi
Mengubah teks laporan hasil observasi ke dalam bentuk lain, seperti pantun, puisi, cerpen, naskah drama)

B.   ANEKDOT
1.    Pengertian
Anekdot adalah sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa. Pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan untuk menghibur si pembaca.

2.      Struktur teks anekdot
a.    Abstraksi adalah bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks. Biasanya bagian ini menunjukkan hal unik yang akan ada di dalam teks. 
b.    Orientasi adalah bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi. Biasanya penulis bercerita dengan detil di bagian ini. 
c.    Krisis adalah bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis atau orang yang diceritakan.
d.    Reaksi adalah bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul di bagian krisis tadi. 
e.    Koda merupakan bagian akhir dari cerita unik tersebut. Bisa juga dengan memberi kesimpulan tentang kejadian yang dialami penulis atau orang yang ditulis. 

3.    Ciri Kebahasaan
Menggunakan :
a.    Konjungsi (kata penghubung), contoh : setelah, sesampainya, lalu. kemudian.
b.    Antonim (lawan kata), contoh : besar x kecil, kaya x miskin, benar x salah.
c.    Diksi (pilihan kata), contoh : sampah (digunakan untuk menyindir bukan arti yang sebenarnya/kias)

4.    Konversi
Membuat naskah drama berstruktur teks anekdot.

C.   TEKS EKSPOSISI
1.    Pengertian
Teks eksposisi adalah sebuah teks yang dapat menceritakan pendapat pribadi Anda terhadap suatu permasalahan, seperti sebuah anjuran.

2.    Struktur teks eksposisi
a.    Pernyataan pendapat (tesis) : berisikan pendapat atau prediksi sang penulis yang tentunya berdasarkan sebuah fakta.
b.    Argumentasi : alasan penulis yang berisikan fakta-fakta yang dapat mendukung pendapat atau prediksi sang penulis.
c.    Penegasan Ulang Pendapat : bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Pada bagian ini pula bisa disematkan hal-hal yang patut diperhatikan atau dilakukan supaya pendapat atau prediksi sang penulis dapat terbukti.

3.    Karakteristik Teks Eksposisi
            Menggunakan ;
a.    Pronomina (kata ganti), contoh : kita, saya, kami
b.    konjungsi, contoh : pada kenyataannya, kemudian, dan lebih lanjut..
c.    Argumentasinya satu sisi, sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.



Senin, 25 November 2013

TEKS EKSPOSISI



Pengertian, Struktur, dan Karakteristik Teks Eksposisi


Pengertian Teks Eksposisi
Teks eksposisi adalah sebuah teks yang dapat menceritakan pendapat pribadi Anda terhadap suatu permasalahan, seperti sebuah anjuran misalnya.


MEMBEDAH TEKS EKSPOSISI

Struktur teks eksposisi

1.Pernyataan pendapat (tesis)
Bagian ini berisikan pendapat atau prediksi sang penulis yang tentunya berdasarkan sebuah fakta.
Contoh: “Media itu mengangkat hasil riset dari McKinsey dan Standart Chartered yang mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan melampaui Jerman dan Inggris pada tahun 2030.”

2.Argumentasi
Alasan penulis yang berisikan fakta-fakta yang dapat mendukung pendapat atau prediksi sang penulis.
Contoh: “Indonesia diperkirakan memiliki sekitar 90 juta orang yang berada di kelompok consuming class.”
Nah, terbukti kan bahwa fakta tadi mendukung tesis sang penulis.

3.Penegasan Ulang Pendapat
Bagian akhir dari sebuah teks eksposisi yang berupa penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi. Pada bagian ini pula bisa disematkan hal-hal yang patut diperhatikan atau dilakukan supaya pendapat atau prediksi sang penulis dapat terbukti.
Contoh:
“Besarnya potensi Indonesia dan sempitnya momentum yang sedang kita lalui saat ini. Apabila potensi itu tidak diwujudkan dalam aksi dan momentum yang baik dilewatkan begitu saja karena kita begitu asyik denga urusan lain, prediksi para investor tersebut tidak akan menjadi kenyataan.”
Jadi dapat disimpulkan bahwa struktur teks eksposisi memiliki kesinambungan secara berurutan.

Karakteristik Teks Eksposisi

1.Penggunaan Pronomina
Pronomina ini biasanya digunakan dalam menyatakan pendapat.
Pronomina yang sering digunakan seperti kita, kami, dan saya. Terlebih kata pronomina saya banyak digunakan ketika menyatakan pendapat pribadi.

2.Menggunakan konjungsi
Konjungsi yang banyak digunakan adalah “pada kenyataannya”, “kemudian”, dan “lebih lanjut”. Konjungsi tersebut digunakan untuk menghubungkan fakta-fakta supaya fakta-fakta yang disajikan runtut.

3.Argumentasinya satu sisi
Yaitu sisi yang mendukung atau sisi yang menolak.